Migrasi tahap pertama rektorat UGM
Migrasi tahap pertama rektorat UGM
Popularity: 14% [?]
Migrasi tahap pertama rektorat UGM
Popularity: 14% [?]
Survey komputer dan kebutuhan pengguna di rektorat UGM
Popularity: 7% [?]
Distro GOS sudah diujicobakan pada komputer Pentium III 800MHz RAM 128 MB SDR dan dapat berjalan lancar. Distro ini merupakan turunan Ubuntu 7.10, jadi kita dapat menggunakan repository Ubuntu 7.10.
Distro ini termasuk ringan karena menggunakan desktop manager Enlightenment yang sudah di modifikasi. Silahkan mencicipi GOS dengan mendownload isonya di sini
Saat ini versi GOS sudah masuk ke versi 2.0-Beta1. Meskipun versi Beta namun selama proses instalasi dan penggunaan, GOS dapat digunakan dengan lancar. 
GOS menyertakan aplikasi-aplikasi dari Google Apps, sehingga distro ini paling asyik digunakan apabila anda terkoneksi dengan internet.
Namun penggunaan window manager enlightment memang akan sedikit membingungkan bagi yang belum pernah mencoba, begitu juga dengan konfigurasi desktopnya yang terasa sangat berbeda. Mudah, namun berbeda.
Silahkan ber-GOS ria
Popularity: 45% [?]
Plugin flash pada Ubuntu tidak langsung terinstall. Kita harus mendownload dan instalasi secara manual. Pada repository, plugin flash-player non-free mengharuskan kita mendownload langsung dari situs macromedia tersebut.
Kita dapat menggunakan Synaptic untuk mendownload plugin flash non-free, atau mendownloadnya dan menginstall secara manual.
Untuk cara manual yaitu sebagai berikut;
masukkan path kedalam /usr/lib/firefox
Popularity: 100% [?]
Sekilas tampak sederhana berpindah aplikasi perkantoran dari Microsoft Office ke Open Office. Mengingat fitur-fitur standar yang ada pada Microsoft Office sudah ada pada Open Office, meskipun ada beberapa perbedaan namun sebenarnya perbedaan tersebut dapat dipelajari.
Ternyata pelaksanaan migrasi dari Microsoft Office ke Open Office lebih susah daripada migrasi system operasi itu sendiri (migrasi dari Windows ke Linux). Hal ini disebabkan ketakutan user pertama kali ketika menggunakan Open Office. Takut data tidak terbaca/kacau, takut kesulitan, dan takut harus belajar lagi dari Nol, yang akan berefek pada tingkat produktivitas dan mendapat ‘semprotan’ dari atasan karena tidak dapat mencetak data segera (sak det sak nyet)
Read Full Entry
Popularity: 52% [?]
Jadi masalah ini saya temukan pada waktu migrasi di rektorat UGM, dalam kasus ini saya mendapatkan hardisk yang terbaca (sda5) tidak terdeteksi dengan baik. Sebenarnya pada waktu instalasi memang terjadi sedikit trouble ketika membuat partisi, namun biasanya ubuntu dapat mendeteksi otomatis device yang ada.
Karena tidak dapat mendeteksi dengan baik biasanya yang perlu di edit adalah bagian /etc/fstab, jadi pada waktu reboot partisi yang ada udah langsung kedetek. Dalam kasus ini hanya masalah UUID saja yang ga pas, jd solusinya adalah ;
Read Full Entry
Popularity: 12% [?]
Kita dapat menjadikan Linux sebagai server printer sharing. Proses konfigurasinya harus dilakukan sebagai user root. Pada distro Ubuntu/Debian, buka terminal.
Start Menu -> Accesories -> Terminal
Selanjutnya masuk sebagai user root, atau ketikkan perintah (Pada Ubuntu);
$nano /etc/samba/smb.conf
Beberapa baris yang harus diedit adalah;
Popularity: 39% [?]