Arsip untuk May, 2009


Tuesday, 26 May 2009 - 1:58 pm

Pelatihan Pengelolaan Jurnal Humaniora dengan OpenSource


logojuropenSelama empat hari ini (26-30 Mei 2009), Jurnal Humaniora disibukkan dengan pelatihan pengelolaan jurnal dengan teknologi Open Source. Secara khusus, pelatihan ini diarahkan pada bagaimana membuat jurnal Humaniora dalam format CD interaktif dan mengelola jurnal melalui Open Journaling System.

Dalam pelatihan ini Jurnal Humaniora dibantu langsung oleh tim UGM Goes Open Source (UGOS) yang selama ini menangani proses implementasi dan migrasi Open Source di UGM.

Ide dasar pelatihan ini berangkat dari beberapa wacana yang selama ini telah berkembang baik di Jurnal Humaniora dan lembaga payungnya: Fakultas Ilmu Budaya UGM. Pertama, tujuan khusus meningkatkan akreditasi dan peningkatan sitasi, harus dibarengi dengan penggunaan dan aplikasi yang legal. Oleh karenanya, pilihan penggunaan aplikasi Open Source adalah alternatif yang perlu didukung penuh.

Kedua, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) adalah fakultas terdepan di UGM yang sejak dulu hingga sekarang terus mendukung penggunaan Open Source sebagai pendukung kegiatan akademik. FIB menyadari sepenuhnya, nilai-nilai luhur Open Source bahwa membagi pengetahuan hakikatnya adalah sifat dasar kemanusiaan, humanis, sama dengan filsofi sistem operasi itu.

Baik UGOS maupun BUGOS (Fakultas Ilmu Budaya Goes Open Source) adalah program yang telah berlangsung sejak 2005. Tahun ketika UGM memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak “Campus Agreement” dengan salah satu vendor close source operating system

Kita berharap ke depan–melalui pelatihan ini–Jurnal Humaniora, BUGOS, dan UGOS menjadi terdepan bukan hanya karena aktivitasnya yang mengontribusi kepada dunia pengetahuan, tetapi juga pada kemanusiaan secara umum.

Popularity: 30% [?]


Monday, 25 May 2009 - 11:07 am

Survey dan Pengumpulan Data di Fakultas Peternakan

Akhir bulan Maret hingga awal April 2009 lalu, tim UGOS telah melakukan survey di Fakultas Peternakan UGM. Sambutan dekan fakultas peternakan sangat welcome dengan kedatangan kami dan beliau juga mendukung tim UGOS melakukan survey dan migrasi nantinya.

Survey ini tidak hanya mencakup pada pendataan perangkat keras, namun juga pada aplikasi yang sering mereka gunakan. Selain itu, aspek psikologis dan resistensi pengguna juga kami survey. Tujuannya untuk memahami karakter pengguna dalam menghadapi permasalah ketika proses pasca migrasi.

survey-peternakan2
Proses survey di fakultas peternakan

Kegiatan survey ini dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama(23/03/09), tim melakukan survey di gedung H1 lantai 4. Di gedung ini ada 19 komputer yang di-survey. Tidak ditemukan kendala berarti. Tahap kedua (24/03/09) survey dilakukan pada gedung H1 lantai 2 dan H3 lantai 3. Total ada 17 komputer. Dari 17 komputer tersebut ditemukan beberapa komputer yang spesifikasinya tidak mencukupi. Ditemukan juga beberapa komputer yang telah branded yaitu Hewlett-Packard dengan Microsoft, dimana spesifikasinya hanya disesuaikan untuk Windows.

survey-peternakan

Survey berikutnya dilaksanakan pada 30 Maret 2009, yaitu di gedung H1, H3 dan gedung lama, dengan total komputer 18 komputer. Survey terakhir pada tanggal 1 April 2009, gedung H2 dan H3. Komputer yang disurvey berjumlah 8 buah. Kegiatan survey ini sendiri antara lain mengecek spesifikasi mesin dan penggunaan aplikasi didalam komputer-komputer.

Total komputer yang kami survey mencapai 80 komputer. Dan yang kami rekomendasikan untuk migrasi sebanyak 74 komputer.

Untuk selanjutnya, akan dilakukan sosialisasi dan migrasi secara bertahap di fakultas peternakan.Akhir bulan Maret hingga awal April 2009 lalu, tim UGOS telah melakukan survey di Fakultas Peternakan UGM. Sambutan dekan fakultas peternakan sangat welcome dengan kedatangan kami dan beliau juga mendukung tim UGOS melakukan survey dan migrasi nantinya.

Survey ini tidak hanya mencakup pada pendataan perangkat keras, namun juga pada aplikasi yang sering mereka gunakan. Selain itu, aspek psikologis dan resistensi pengguna juga kami survey. Tujuannya untuk memahami karakter pengguna dalam menghadapi permasalah ketika proses pasca migrasi.

survey-peternakan2
Proses survey di fakultas peternakan

Kegiatan survey ini dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama(23/03/09), tim melakukan survey di gedung H1 lantai 4. Di gedung ini ada 19 komputer yang di-survey. Tidak ditemukan kendala berarti. Tahap kedua (24/03/09) survey dilakukan pada gedung H1 lantai 2 dan H3 lantai 3. Total ada 17 komputer. Dari 17 komputer tersebut ditemukan beberapa komputer yang spesifikasinya tidak mencukupi. Ditemukan juga beberapa komputer yang telah branded yaitu Hewlett-Packard dengan Microsoft, dimana spesifikasinya hanya disesuaikan untuk Windows.

survey-peternakan

Survey berikutnya dilaksanakan pada 30 Maret 2009, yaitu di gedung H1, H3 dan gedung lama, dengan total komputer 18 komputer. Survey terakhir pada tanggal 1 April 2009, gedung H2 dan H3. Komputer yang disurvey berjumlah 8 buah. Kegiatan survey ini sendiri antara lain mengecek spesifikasi mesin dan penggunaan aplikasi didalam komputer-komputer.

Total komputer yang kami survey mencapai 80 komputer. Dan yang kami rekomendasikan untuk migrasi sebanyak 74 komputer.

Untuk selanjutnya, akan dilakukan sosialisasi dan migrasi secara bertahap di fakultas peternakan.

Popularity: 33% [?]


Wednesday, 20 May 2009 - 3:52 pm

Konfigurasi xorg.conf Untuk Monitor Yang Tidak Dikenal

Sering dijumpai beberapa kasus, tampilan desktop tidak dapat berukuran sesuai yang kita kehendaki. Misalkan, monitor yang seharusnya dapat menampilkan dimensi 1280×1024, hanya menampilkan 800×600 dan tidak dapat dinaikkan, alias sudah maksimal, opsi untuk dimensi resolusi yang lebih tinggi tersedia.

Banyak yang menyarankan untuk menjalankan perintah

dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg

tetapi tetap saja dimensi resolusi yang lebih tinggi tidak tersedia.

Untuk mengatasinya, kita perlu sedikit menambahi konfigurasi di

/etc/X11/xorg.conf

Pada section “Device” tambahkan konfigurasi driver agar xorg dapat lebih pastidalam mengenali chipset grafis

Section "Device"
     Identifier    "Configured Video Device"
     Driver        "vesa"
EndSection

Jika system dapat mengenali chipset grafis dengan jenis driver yang lebih sesuai, nama driver boleh diganti, tetapi jika menjadi tidak kuat untuk menampilkan grafis, sebaiknya dikembalikan, atau tetap menggunakan vesa.

Kemudian pada section “Screen” tambahkan informasi mode dimensi yang ingin digunakan.

Section "Screen"
     Identifier    "Default Screen"
     Monitor        "Configured Monitor"
     Device        "Configured Video Device"
          SubSection "Display"
               Modes    "1024x768"
          EndSubSection
EndSection

Pada bagian Modes didalam SubSection, dapat diubah-ubah sesuai yang diinginkan asal masih dalam perbandingan 4:3 dengan kelipatan 8 untuk vesa.

Setelah itu simpan dan restart xorg yang digunakan.

Catatan :
Penulis melakukan testing dengan keterangan sebagai berikut ;

  1. Ubuntu 8.04 Hardy Heron
  2. Chipset grafis SIS,
  3. Monitor Unknown

Sering dijumpai beberapa kasus, tampilan desktop tidak dapat berukuran sesuai yang kita kehendaki. Misalkan, monitor yang seharusnya dapat menampilkan dimensi 1280×1024, hanya menampilkan 800×600 dan tidak dapat dinaikkan, alias sudah maksimal, opsi untuk dimensi resolusi yang lebih tinggi tersedia.

Banyak yang menyarankan untuk menjalankan perintah

dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg

tetapi tetap saja dimensi resolusi yang lebih tinggi tidak tersedia.

Untuk mengatasinya, kita perlu sedikit menambahi konfigurasi di

/etc/X11/xorg.conf

Pada section “Device” tambahkan konfigurasi driver agar xorg dapat lebih pastidalam mengenali chipset grafis

Section "Device"
     Identifier    "Configured Video Device"
     Driver        "vesa"
EndSection

Jika system dapat mengenali chipset grafis dengan jenis driver yang lebih sesuai, nama driver boleh diganti, tetapi jika menjadi tidak kuat untuk menampilkan grafis, sebaiknya dikembalikan, atau tetap menggunakan vesa.

Kemudian pada section “Screen” tambahkan informasi mode dimensi yang ingin digunakan.

Section "Screen"
     Identifier    "Default Screen"
     Monitor        "Configured Monitor"
     Device        "Configured Video Device"
          SubSection "Display"
               Modes    "1024x768"
          EndSubSection
EndSection

Pada bagian Modes didalam SubSection, dapat diubah-ubah sesuai yang diinginkan asal masih dalam perbandingan 4:3 dengan kelipatan 8 untuk vesa.

Setelah itu simpan dan restart xorg yang digunakan.

Catatan :
Penulis melakukan testing dengan keterangan sebagai berikut ;

  1. Ubuntu 8.04 Hardy Heron
  2. Chipset grafis SIS,
  3. Monitor Unknown

Popularity: 31% [?]